09 April 2011

,

Totalitas dan Pengoptimalan Diri untuk Menjadi Keluarga Mahasiswa yang Berkualitas



 (Tulisan ini dikirimkan saat mendaftarkan diri menjadi pengurus BEM Kema Kabinet Sigap)
 
Sarah Nurul Khotimah 220110100134
Fakultas Keperawatan 2010

Menjadi pengurus BEM?
Bagi sebagian mahasiswa apatis mungkin merasa heran melihat sekumpulan orang berbondong-bondong berkontribusi untuk BEM. Berkumpul untuk membahas proker-proker yang harus disepakati bersama. Menjalankan kegiatan yang tidak sedikit menguras keringat.
Continue reading Totalitas dan Pengoptimalan Diri untuk Menjadi Keluarga Mahasiswa yang Berkualitas

Kenangan Kabah @Riung Bandung



Tanggal 11 Februari menuju 12 Februari 2011…
“Apa Persis menganggap kamu kader Persis?” Teriaknya penuh penekanan dengan mimik optimis bahwa kali ini saya akan menyerah untuk menjawab.
Kok rasanya saya lagi ditanya, “apa orangtua kamu menganggap kamu anak mereka?” Nyeredet hate kitu. Jangan-jangan orangtua saya mengasuh saya hanya karena kagok dikasih saya sebagai anak mereka. Malam sebelumnya saya memang memakai kalimat, ‘saya merasa tersesat di Persis, karena kecintaan saya pada ilmu matematika dan IPA dileburkan oleh Persis dengan memberi tinta merah di nilai Fisika’, tapi saya melanjutkannya dengan, ‘saya tersesat di tempat yang tepat.’
Continue reading Kenangan Kabah @Riung Bandung
,

Paradigma Sastra Keperawatan


            “Materi kuliah apa nih?”
“Fundamental of Nursing.”
“Oh,” Aku duduk di pojok belakang. Aku lebih suka tempat duduk yang strategis di  belakang untuk menulis sebuah karya fiksi.
          Ya, aku adalah Si Sastra Gila. Pecinta sastra yang ditodong keluarga untuk masuk Fakultas Keperawatan.
          Bla… Bla… Bla…
          Seperti biasa lecture kali ini penuh dengan teori, karena kami baru semester satu maka yang dipelajari hanyalah pendekatan terhadap ilmu keperawatan. Baguslah, ada waktu agar pikiranku tetap menerawang jauh dari dunia keperawatan.
Continue reading Paradigma Sastra Keperawatan

Ceritanya Kang Ujrot dan Neng Bahrul



Let’s read our story...
Kita dipertemukan di Cicalengka, kita sepupuan. Ibuku dan ibunya ditakdirkan seibu & seayah.. Ibu dia lebih tua dan ibu saya lebih cantik, dan saya lebih cantik dari mereka berdua, tapi mereka berdua lebih mulia dari saya.
Dia adalah Kang Ujrot, lengkapnya Ujrot Tahu Gejrot! Panggilan khusus dari saya ‘Apaji'. Hingga catatan ini saya catat saya masih memanggilnya begitu. Dan saya, ya saya. Neng Bahrul kalo dalam catatan ini. Banyak panggilan bertebaran dari nama Nurul yang saya sandang tanpa pangan dan papan ini, mulai dari Yuyuy, Kuyuy, Unun, Nunul, Jenul, dan panggilan manyun lainnya. Tapi si Ujrot ini menyebut saya Bahrul.
Continue reading Ceritanya Kang Ujrot dan Neng Bahrul

Believeable itu Seleksi Alam


Ada satu lentera bagi wisata mimpi saya, yaitu, “Kritis Berpikir, Gesit Menulis, dan Aktif Berbicara”, dan saya kerucutkan menjadi “Kritis, Kreatif, dan Komunikatif”. Jika ketiga hal itu berdisfungsi, berarti ada kelainan dalam saraf motivasi dan spirit saya. Dan imbasnya adalah saya selalu terjebak menjadi sosok yang dipercaya, seperti menjadi ketua kelompok kecil saat mabim dan mentoring, sampai kepercayaan lebih besar yang tidak diduga, atau dengan kata lain ‘menjadi nomor satu’ tanpa sadar. Ini ambisi saya? Bukan! Saya ingin melakukan apa yang saya cintai, saya tidak segan-segan menolak menjadi ketua jika saya memang tidak merasa ada feel, seperti yang saya lakukan saat pengkaderan di Riung Bandung. Ada kisah lain mengenai sentilan ini.
Continue reading Believeable itu Seleksi Alam