Everything happens for a reason. Nothing happens by chance or by means of good or bad luck, illness, injury, love, lost moments.

Rabu, 04 Juli 2012

17 Again! What I'ld do?

Tadi saya baru baca tentang lomba cerpen, ada kategorinya. 12-16 anak-anak, 17-20 remaja, dan 20 ke atas berarti dewasa. Setelah dipikir-pikir, ternyata saya sudah 20 tahun. Jadi, saya masuk kategori dewasa. Saya langsung berpikir betapa tuanya saya, adik perempuan saya malah berpikir, betapa kecilnya tubuh saya dengan umur 20 tahun.

Saya tidak pernah menyesali umur saya yang makin tua dan umur belasan yang sudah dilewati itu. Yeah, semuanya menyenangkan jika kita ingin memikirkannya dengan menyenangkan. Meski kadang saya juga berpikir betapa banyaknya target saya yang molor di umur 20 ini. Dengan semua usaha yang nonsens itu tidak akan mengherankan dan saya tidak berpikir untuk berharap kembali ke umur 17 seperti Zac Efron.

Who is he?

Zac Efron adalah aktor keturunan Yahudi (terus?) yang saya tahu di film High School Musical. Saya suka film itu karena tokoh utamanya saya banget, pasangan si cerdas dan si jago basket. Tapi bukan film itu yang sedang ingin saya bahas. Tapi film berjudul 17 again yang dirilis pada tanggal 17 April 2009, tepat di ulang tahun saya yang ke-17. Yeah. Kebetulan.


Tageline dari film ini adalah 'who says you're only young once?', bercerita tentang Zac Efron sebagai Mike O'Donell yang sangat jago main basket. Banget. Kemudian mimpinya untuk mendapatkan beasiswa karena kejagoannya itu pupus ketika mendengar kekasihnya, Scarlet, hamil. Dengan sepenuh hati dia memilih Scarlet dan anak yang dikandungnya sebagai masa depannya. Bukan basket.

Dia menyesal mengabaikan basket, tentu saja. 16 tahun berlalu dan dia merasa kehidupannya telah salah arah. Sampai Mike bertemu dengan seorang 'pembimbing rohani' yang membuatnya kembali ke umur 17, bersekolah kembali di tempat yang sama dengan anak-anaknya sebagai Mark Gold, dengan seorang ayah palsu temannya sejak SD, Ned Freedman. Dan cerita pun berlangsung seru.

Pelajaran yang bisa diambil dari film ini adalah saat Mike sebagai Mark Glod baru menyadari keadaan anak-anaknya di sekolah. Anak wanitanya berpacaran dengan seorang arogan di sekolah. Anak lelaki yang dibanggakannya ternyata hanya pecundang di sekolah. Nah kan, betapa orang tua harus lebih tahu tentang anaknya. Masa iya kita harus menjadi teman satu sekolah mereka untuk mengenal anak kita lebih sendiri.

Lalu mengenai sikap orang tua yang merasa tahu apa yang harus dilakukan anaknya. Itu terkadang tepat, karena orang tua kita hidup jauh lebih lama daripada kita. Orang tua kita pernah berumur 17 tahun dan mestinya memang tahu apa yang dialami anak usia 17 tahun. Hal tersebut ditunjukan pada adegan dimana guru di kelas Maggie, anak Mike, mengajarkan mengenai seksualitas dan membagikan semacam alat kontrasepsi karena sang guru menyadari anak umur 17 tahun tidak bisa ditahan untuk tidak berhubungan seksual.

Mike (Mark Gold) yang dulu pernah melakukan kesalahan dengan Scarlet hingga Scarlet hamil memberitahu mereka, bahwa kita harus benar-benar melakukan hal tersebut hanya karena cinta dan hanya dengan orang yang kita cintai. Saya lupa kata-katanya, yang jelas dia memberi bayangan kepada teman-teman sekelas tentang perasaan seseorang yang menyadari ada seorang anak hasil berhubungan dan anak itu akan menjadi malaikat yang dicintai, dijaga saat tidur.

So sweet.

Yang terakhir adalah mengenai kesempatan. Yep, Mike O'donell diberi kesempatan untuk menjadi berumur 17, awalnya ia berpikir kesempatan tersebut untuk memperbaiki hidupnya sendiri, tapi ternyata dia sadar yang harus dia lakukan adalah memperbaiki kehidupan anak-anaknya. Dan ketika perceraian sudah di depan mata, lalu tawaran beasiswa dari tim basket akan diraih saat tubuhnya terperangkap di usia 17. Apa yang harus dilakukan?

Akhirnya Mike O'Donell sadar, dia memang butuh kesempatan kedua untuk memperbaikinya. Bukan kesempatan kedua untuk mendapatkan beasiswa dari tim basket tapi kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungannya dengan Scarlet. Karena dia sudah memutuskan bahwa Scarlet dan keluarganya adalah masa depannya, bukan basket. Maka, Mike menyadari bahwa kesempatan kedua itu bukan kembali ke umur 17 tahun tapi kesempatan kedua adalah saat umurnya sekarang, memperbaiki hubungannya dengan Scarlet.

Ya, setidaknya itu yang saya dapat dari film ini. Saya bagi trailernya saja disini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jika tidak memiliki akun di google, wordpress, dan yang lainnya, bisa menggunakan anonymous.

Zohrah. Diberdayakan oleh Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© Daily Zohrah, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena